
Jadi inget waktu masa muda dulu, huehehe bukannya saya sekarang sudah tua sih, tetapi masa2 bersenang2 sudah dibatasi, dan mungkin mulai mempersiapkan diri ke arah selanjutnya. Selangkah lebih maju bagus kan. Tetapi tidak bisa dipungkiri juga, jika suatu saat saya butuh peningkatan adrenalin. Tapi apalagi ya ? Mencoba sesuatu yang baru itu memang lebih mengasyikkan dibandingkan mengulang. Tapi, saya lebih PD mengulang dibandingkan mencoba yg baru. ^-^
The first time saya naik parasailing adalah waktu rekreasi Moklet di Bali, tepatnya di Pantai Benoa. Waktu itu tidak ada satupun cewek yang berminat naik itu, mungkin takut ketinggian atau mungkin karna tarifnya lumayan mahal buat anak-anak kecil waktu itu. Apalagi uang saku rekreasi dijatah oleh ortu. Maaf, saya lebih memilih tantangan dibandingkan membeli oleh-oleh.
Dan seingat saya, temen cowok saya tidak ada daftar, dan akhirnya seperti biasa, istilahnya *dikompor2in aja biar panas, masak kalah ma cewek kecil kyk aku ini, hehehe*, alhasil ada beberapa yg mencoba.
Meskipun itu pertama kali, aku rasa baik2 saja. Sebelum naik, harus memakai safety belt, kaus tangan dengan beda warna, merah dan biru, serta segala jenis peralatan untuk keamanan dan menunjang badan ketika berada di udara. Si tutor mengajarkan cara landing, supaya tidak nyasar kemana-mana, hehe. Apabila si tutor mengarahkan bendera warna merah, tarik tali pada sarung tanganmu sebelah kanan. Apabila biru, tarik yg bitu. Saya sudah lupa mana yg kanan dan yg kiri. hehehe.
Menaiki ini diawali dengan berlari, berlari secepat mungkin, sampai parasut mengembang yang dibelakang kita, dan akhirnya berada di atas kita. Si boat menarik dengan kuat badan saya dan parasut nya. Terbang, terbang, aku terbang! Udara yang panas waktu kita dibawah, berubah menjadi dingin, semilir angin, air laut yang kita pandang biru, terlihat hijau. Sungguh damai diatas sana, aku masih memegang tali dengan kuat, karena agak takut, karena klo jatuh saya tidak bisa berenang
. Aku coba lepas tanganku satu persatu, perlahan, dan akhirnya,… aku bebas, terbang ! Mom, aku terbang ! aku bisa di udara spt ini, melihat pemandangan bawah, melihat temen2 ku yg dibawah memberi dadah kepadaku, semakin lama semakin mengecil, aku terbang tinggi,! Begitu takjubnya aku.
Setelah sudah berkeliling di ombang ambingkan oleh boat, akhirnya secara perlahan mulai turun, dan yakk siap2! Aku lihat si tutor mengarahkan benderanya, aku turutin. Dan dengan kreasiku, aku bisa menginginkan aku turun di sebelah mana. Yah aku tarik kuat2 tali itu, kanan, kiri, dan kanan…. sampai badanku terjatuh dan ditangkap oleh tim tutor. Wah… badanku ditangkap
, Aku di darat, aku selamat ya Allah,..
Itu pertama kalinya, dengan membayar tarif tanpa asuransi sebesar 45 ribu rupiah. ( Juli 2002)
Dan kesempatan yg kedua, aku tetep di Benoa, dengan landing yang lumayan ^-^ ( 2003 )
Kesempatan ketiga, aku coba di Bedugul thn 2004 dengan tarif asuransi, dengan kawasan landing yang sangat sempit dan agak membahayakan. Tetapi, dari beberapa orang yang melakukan, landing ku paling sempurna, tepat di sasaran. Karna apa ? karna merhatiin tutornya donk! qeqeqeqe. Ada sebagian yang landingnya natap bukit yg penuh dedaunan, seperti di film2 kartun itu ^-^